Jumat, 08 Februari 2013

Hope Springs





I have patient who never should have gotten married. And you are not those people.”

Wajar bila hubungan suami-istri tak selamanya adem ayem bak teduhnya pohon Trembesi di Kebun Raya Bogor. Termasuk bila tak ada lagi getaran pada pagi hari ketika prosesi sarapan berlangsung, dan ketika malam hari saat keduanya meluncur begitu saja memasuki kamar tidur masing-masing.

Tetapi durasi hal tersebut mengganggu Kay (Meryl Streep). Apalagi sang suami, Arnold (Tommy Lee Jones), tak menunjukkan tanda-tanda ingin me-rebuild pernikahannya. Pergi menemui konsultan pernikahan, Dr. Bernard Feld (Steve Carell), adalah ide yang ditawarkan Kay pada Arnold dan tentu saja awalnya Arnold menolak mentah-mentah rencana klise itu—juga perkara biaya konsultasinya yang tak murah—meski akhirnya ikut juga.


Sementara Arnold terus ngedumel dan Kay senantiasa memerhatikan, Dr. Feld menyodori beberapa pertanyaan yang kadang membuat keduanya tergeragap, tentunya juga dengan nasihat—atau perintah—exercise yang harus dilakukan keduanya ketika mereka keluar dari ruang konsul. Perkembangan-perkembangan dari wejangan Dr. Feld yang mereka lakukan—meski kadang tak melulu lancar—pelan-pelan membuat keduanya sedikit banyak memahami apa yang sebetulnya selama ini ingin mereka rasakan dan tidak mereka rasakan.

Ini adalah drama keluarga yang mendung, namun terbalut oleh gelora optimisme, dengan sisipan komedi yang sama sekali tidak berlebihan. Sang sutradara, David Frankel, juga amat terbantu dengan jajaran pemain yang diisi oleh Tommy Lee Jones, Meryl Streep, dan Steve Carell yang begitu brilian. Bagaimana chemistry Kay dan Arnold sebagai suami-istri, juga keduanya dengan sang konsutan, Dr. Feld. Begitu solid dan terasa amat suai.

Naskah film yang ditulis Vanessa Taylor ini sebetulnya juga sederhana: suami-istri yang lelah diterpa kemuraman, dan berusaha menelusuri jejak getar yang hilang. Tetapi sebetulnya hal itu hanya bagian sekunder di bawah: bagaimana nurani mereka mengatakan perlu tidaknya satu sama lain.
 


 






4/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar