Minggu, 11 Mei 2014

Her (2013)




Beberapa waktu belakangan, Theodore (Joaquin Phoenix) hidup dalam diorama tentang rasa sepi. Di tengah napas dunia yang sering kali tak terpahami, ia selalu membayang dan mengenang Catherine (Rooney Mara), istrinya—dan akan menjadi mantan istri—yang tak lagi tinggal dengannya. Theodore hidup di Los Angeles masa depan, era di mana komputer dan mobile phone tak lagi menggunakan keyboard untuk mengetik, tetapi dengan voice recognition dan digital personal assistant. Ia bekerja sebagai penulis surat di beautifulhandwrittenletters.com, sebuah website jasa khusus penulisan surat untuk orang tercinta. Pria yang selalu meninggalkan kantor paling belakangan itu merasa hari-harinya kosong dan sepi. Ketika sang resepsionis kantor yang mengidolai tulisannya memujinya, ia hanya membalas dengan nada datar, “They’re just other people’s letters.”

Kehidupan Theodore berubah ketika ia mencoba sistem operasi komputer baru bernama OS1. Sistem komputer ini diklaim perusahaannya sebagai the first artificially intelligent operating system. Theodore memilih suara perempuan untuk operating system-nya. “Well you seem like a person, but you're just a voice in a computer,” ujar Theodore. “I can understand how the limited perspective of an un-artificial mind would perceive it that way. You'll get used to it,” terang sang OS yang menamakan dirinya Samantha (disuarakan oleh Scarlett Johansson) yang menyebut bahwa  ia memiliki intuisi. Ya, Samantha adalah operating system.

Dengan cepat Theodore menemukan dirinya tertarik dengan hyper-sophisticated artificial intelligence bersuara perempuan yang bisa melakukan banyak hal itu, seperti membuat lagu dengan bebunyian piano, memberikan nasihat dan saran, atau bahkan memilihkan tempat kencan yang oke. Ia hangat, cerdas, dan juga amat nyata bagi Theodore. Theodore pun kemudian jatuh cinta dengan Samantha dan begitu pula sebaliknya. Hal ini juga terjadi pada banyak orang dan meminjam istilah Amy (Amy Adams), sahabat karib yang juga mantan pacar Theodore, it's kind of like a socially acceptable insanity.

Jatuh cinta memang kerap mengubah cara berpikir, cara merasa dan cara bertindak kita dalam setiap situasi. Hal itu juga kadang mendorong kita membuat pilihan yang tak rasional dan tak sesuai logika, dan ketika cinta berada dalam masalah, tak ada yang lebih menyakitkan. Cinta, adalah abstraksi murni yang secara konstan bergulung dan berputar di balik dada, dan hal ini adalah salah satu hal yang paling sulit untuk diadaptasikan ke dalam fiksi dengan cara yang penuh arti dan penuh dampak. Bersama Her, inilah yang Spike Jonze capai.

Walaupun Samantha hanyalah sesuatu yang bisa dirasakan lewat earpiece dan gadget berukuran tangan, Theodore dan Samantha dengan cepat membentuk ikatan persahabatan dan tak membutuhkan waktu lama untuk akhirnya menjadi sesuatu yang lebih. Keduanya berkembang dan berubah sebagai individu, juga hubungan itu sendiri beserta kompleksitas aneh yang mengikutinya. Dengan hal seperti ini, Her hanya bisa selamat dengan tiga cara: skenario yang rapi dan dialog yang jujur serta chemistry antar setiap pemain.

Kedua pemeran utama mendapatkan tantangan yang sangat serius—bagaimana yang satu tampil secara sendirian di ruangan, dan yang satunya muncul hanya dengan peran suara saja. Dan keduanya memanfaatkan ini sebagai titik tegas penampilan terbaik sepanjang karier mereka yang pernah kita lihat. Joaquin Phoenix betul-betul memberikan napas pada karakter Theodore sebagai pria yang introverted dan kesepian. Kita yakin bahwa Theodore memang tidak pernah tahu apa yang sebetulnya ia inginkan. Scarlett Johnasson pun sukses menyuguhkan a masterful vocal performance. Tanpa kita melihat wajahnya, ia mampu menyampaikan semua perasannya melalui nada dan pengaturan tempo suara. Amy Adams dan Rooney Mara juga menampilkan seni peran berkelas. Chemistry Joaquin Phoenix dengan Rooney Mara sangat baik: kita merasakan ketidakmampuan Theodore untuk memahami apa yang salah dengan pernikahannya bersama Catherine. Joaquin dengan Amy Adams juga sangat meyakinkan sebagai sahabat karib yang selalu mengisi satu sama lain. Departemen akting film ini betul-betul mengirimkan kejujuran emosional murni dan itu adalah sesuatu yang langka. Nama Joaquin Phoenix jelas lebih pantas dipilih sebagai nominasi Oscar ketimbang Christian Bale dalam American Hustle

Dengan script seperti ini, tak mengherankan jika akhirnya Spike Jonze diganjar Oscar pada kategori best original screenplay. Ia tak hanya membuat salah satu modern romance terbaik yang pernah kita tonton, tetapi juga benar-benar inovatif sekaligus efektif dalam menciptakan dunia sci-fi. Kemajuan futuristik yang ditampilkan tak hanya membantu menciptakan setting di mana sistem operasi yang berkesadaran tampaknya bisa menjadi kenyataan—dan berarti pengamatan Spike Jonze tajam—tetapi juga kelucuan pada cerita. Lihat game yang dimainkan Theodore di kamar apartemennya: sistem video game interaktif hologram yang konyol yang bisa mengolok-olok yang memainkan. Lalu tempat kerja Theodore yang bernama Beautiful Handwritten Letters—yang sebetulnya tidak ditulis tetapi didikte dan otomatis tertulis di layar komputer. Spike Jonze tak perlu menampilkan mobil terbang atau warga Bumi yang salto di Mars untuk melukiskan masa depan, tetapi cukup dengan cara yang terlihat ringan namun menyentuh. Kebrilianan semacam ini bisa saja disebabkan karena Spike Jonze pernah berkolaborasi dengan screenwriter handal sekaliber Charlie Kaufman, merujuk kerja sama mereka pada Being John Malkovich dan Adaptation.

Her berhasil menjadi sebuah film utuh yang dibuat dengan tangan yang rapi dan seni peran yang bersinar. Secara keseluruhan film ini menunjukkan kerjasama yang intens antara Spike Jonze sebagai sutradara dan penulis script dengan para pemainnya.










4,5/5

3 komentar:

  1. keren ulasannya ...great movie

    BalasHapus
  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi movies menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus