Rabu, 01 Juni 2011

Last Night





Kehidupan cinta yang diwarnai banyak pergolakan, ditampilkan oleh Massy Tadjedin dalam satu tema utama bernama kesetiaan. Ini adalah debut penyutradaraannya, yang bisa dibilang sangat memuaskan melalui tema sederhana yang acap kali ditawarkan dalam tema-tema film Hollywood. Bedanya, Last Night tampil lebih dewasa, matang, dan tidak cengeng.

Film ini bermula ketika Joanna (Keira Knightley) merasa, suaminya, Michael Reed (Sam Worthington), menyimpan sebuah perasaan khusus kepada rekan bisnis Michael bernama Laura (Eva Mendes). Hal ini ia tangkap saat ia dan Michael menghadiri sebuah pesta, dan melihat gelagat suaminya yang menunjukan sesuatu yang berbeda saat berada dekat Laura. Joanna yang merasa risih dengan hal ini, akhirnya terlibat cekcok kecil dengan Michael, apalagi mengetahui bahwa esok hari suaminya dan Laura akan bersama-sama pergi ke luar kota dalam rangka merampungkan agenda bisnis, walau pada akhirnya Joanna bisa menerima hal itu dengan lapang dada.

Saat Michael pergi ke luar kota, secara tak sengaja Joanna bertemu dengan Alex (Guillaume Canet), mantan kekasihnya dulu. Mereka berdua akhirnya melakukan pertemuan untuk sekadar berbincang-bincang, yang akhirnya menjadi pertemuan yang membuat keduanya nyaman. Pertemuan ini, setidaknya untuk sementara, berhasil mengusir stres yang kadang menyerang Joanna. Sebaliknya, Michael merasa kata-kata dan insting Joanna yang hampir semuanya benar, membuat ia tampak ingin lebih mencurahkan perhatian dan rasa sayangnya kepada istri yang dicintainya tersebut, bersamaan dengan Laura yang auranya terus mengganggunya. Disinilah mereka-mereka ini harus berusaha mengeluarkan kemampuan untuk menyusuri jalan yang curam dalam suatu hubungan.

Sosok Joanna yang ditampilkan cerdas dan menyenangkan, berhasil diperankan Knightley dengan sangat baik. Aktingnya yang tak berlebihan membuat penonton ingin terus menyaksikan upaya pengendalian dirinya. Begitu juga dengan Sam, yang berperan sebagai sosok yang tak banyak bicara. Mereka membuat penonton tahu, bahwa ketika mereka mempunyai kesempatan untuk selingkuh, sebenarnya mereka sangat mencintai satu sama lain.

Juga dengan Mendes dan Canet, yang sangat apik membawakan perannya masing-masing. Alex yang supel dan mempunyai daya tarik yang banyak, walaupun tidak ditampilkan secara gamblang, tetapi berhasil menegaskan pada penonton bahwa dulu ia pernah punya kenangan yang indah bersama Joanna. Mendes juga sangat sukses memerankan sosok yang 'to the point', sosok yang kurang beruntung karena merasa bertemu dengan seseorang yang istimewa, namun sudah memiliki pasangan. 

Sambutan penonton setelah menyaksikan film ini mungkin bisa bermacam-macam. Massy Tadjedin memang istimewa menggarap naskah dan mengolah Last Night secara keseluruhan.  Kisahnya mungkin cukup lazim mendera para penontonnya sendiri, dan hal inilah yang membuat film ini terasa begitu dekat, begitu mudah dicintai, dan akhirnya membuat kita mengukur-ukur seberapa tinggikah tingkat kesetiaan kita terhadap pasangan kita.








9,3/10









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar