Jumat, 20 Mei 2011

Jack Goes Boating





Setiap orang tentulah ingin merasakan indahnya mencintai dan dicintai. Setertutup apapun orang itu, bila sudah digenggam cinta, maka ia akan membuka dirinya dan melakukan upaya apapun untuk menikmati hal-hal yang menyejukkan hati tersebut.

Mungkin inilah yang dialami oleh Jack (Philip Seymour Hoffman)-seorang supir limousin sewaan yang agak tertutup kepada siapa saja. Ia mempunyai sahabat baik hati yang merupakan sepasang kekasih, yaitu Clyde (John Ortiz) dan Lucy (Daphne Rubin-Vega), yang ingin membuat hidup Jack setidaknya lebih berwarna. Mereka berupaya untuk menjodohkan Jack dengan Connie (Amy Ryan), teman satu kantor Lucy yang berkepribadian menyenangkan.

Masa-masa pendekatan pun dilakukan. Jack yang hampir tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita pada awalnya tampak kesulitan, lain halnya dengan Connie yang terlihat mengalir begitu saja. Seiring dengan berjalannya waktu, Jack menangkap keinginan-keinginan sederhana yang dimaui Connie. Salah satunya adalah berkeliling danau menggunakan kano saat musim salju telah usai nanti. Jack ingin mewujudkan impian Connie tersebut, tetapi ia tak bisa berenang dan takut tenggelam. Akhirnya, ia meminta Clyde untuk mengajarinya berenang dengan jadwal yang cukup intensif. Jack juga meminta Lucy, menyuruh temannya yang koki agar mengajarinya masak. Semua pengorbanan itu dilakukan Jack dengan penuh ketulusan, dan sedikit demi sedikit mengubah kepribadiannya yang lumayan tertutup menjadi lebih luwes. Namun, hubungan Jack dan Connie yang lama-kelamaan semakin rapat justru berbanding terbalik dengan hubungan Clyde dan Lucy. Masalah yang cukup lumrah namun menyebalkan menghampiri mereka, dan memercikan pergesekan konflik yang mengganggu.






Philip Seymour Hoffman yang juga menyutradarai sendiri film ini pun sepertinya sangat tahu bagaimana seharusnya memindahkan Jack Goes Boating versi drama ke dalam versi layar lebarnya. Walau ceritanya cukup sederhana, Hoffman sanggup membuat kesederhanaan itu begitu menyentuh dan begitu dekat dengan penontonnya. Kekuatan film ini juga terletak pada kemampuan akting para pemainnya yang begitu brilian. Sulit menemukan cacat dalam penampilan keempat pemain utamanya. 
Hoffman tampaknya berhasil melakukan debut penyutradaraannya dengan baik dan lembut, dengan menyuguhkan kesejukkan kisah cinta bersahaja yang lembab dan basah.



9,0/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar