Jumat, 21 Januari 2011

Buried





Saat anda membelalakkan mata, keadaannya sama, ketika saat anda menutup mata. Anda hanya ditemani kegelapan, dengan ruang gerak dan napas yang sempit, serta tak tahu menahu apa yang sedang terjadi pada diri anda. Apa yang anda rasakan bila hal itu menimpa anda? Sungguh, hanya rasa bingung yang bergulung-gulung bukan? 

Tetapi hal itu terjadi pada Paul Steven Conroy (Ryan Reynolds), saat ia menemukan dirinya di dalam peti mati. Sungguh, yang hanya ia ingat adalah, ketika ia dan teman-temannya diserang dan diberondong peluru oleh sepasukan tak dikenal, yang membuat teman-temannya mati. 
Walaupun dalam kondisi yang amat mengenaskan, Paul berhasil menemukan secuil keberuntungan. Ia mendapati dirinya masih hidup.

Masih dalam kebingungan yang luar biasa, ia bertanya-tanya dalam hati, mengapa ia berada  dalam peti? mengapa ia diserang? Dirinya bukan pasukan tentara Amerika yang menginvasi Irak, dirinya hanya seorang supir truk asal Amerika, yang tengah berada dan bekerja di Irak.



Setelah butuh beberapa saat untuk mengusir kepanikan yang maha dahsyat, pelan-pelan ia coba menenangkan diri dan berusaha meraba-raba segala kemungkinan dengan kepala dingin. Di dalam peti, ia menemukan zippo, handphone, senter, dan beberapa macam alat penerangan lainnya. Segala macam keperluan tersebut ternyata disiapkan oleh penculik Paul, kecuali mungkin sebotol kecil bir yang memang miliknya. 

Keperluan tersebut, terutama handphone, adalah dalam rangka memudahkan Paul untuk meminta tebusan uang kepada pemerintah Amerika Serikat. Dan dari sebuah telepon selular itulah, ia mengupayakan untuk menelpon berbagai pihak, dengan satu tujuan, yaitu bisa kembali pulang kerumah, dan memeluk anak dan istrinya erat-erat.


Hanya menggunakan satu tempat,  dengan satu aktor, menjadikan Buried menjadi suatu pertunjukan yang menampar-nampar dan menusuk-nusuk hati dengan ketegangan. Perlahan, kita disuguhi keadaan yang membuat kita bertanya-tanya. Setelah akhirnya bergulir dengan begitu mesranya, darah dari ujung kaki mulai naik ke kepala kita, dan di ending, kita menemukan kepala kita yang pecah berantakan.

Sutradara, Rodrigo Cortez, dan sang penulis, Chris Sparling, seperti begitu intim menganyam kerangka dahsyat, yang kemudian dieksekusi dengan sangat ksatria oleh Ryan Reynolds. Luar Binasa!


9,3/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar